Ketika saya mendengar
kata Al Qur’an menjadi ingat Allah, karna Al Qur’an adalah sesuatu yang datang
dari Allah kemudian di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara
malaikat Jibril yang di peruntukan semesta alam. Ada hal yang berbeda ketika
membaca Al Qur’an dan Novel. Kalo membaca novel akan ada tamatnya, sedangkan Al
Qur’an tidak akan pernah, akan di baca, di pahami, di serap dan di masukan hati
dari kecil sampai meninggal nanti, Karna sesungguhnya semua kejadian di dunia
ini sebenarnya sudah tertulis di dalam Al Qur’an.
Sebenarnya untuk
mempelajari Al Qur’an itu paling mudah di lakukan sejak masih kecil, karna di
saat itulah, otak lagi mudah mencerna, mempelajari dari hukum tajwid dan
menghapal ayat suci Al Qur’an. Berbeda dengan sekarang, ketika sudah dewasa
banyak pikiran dan pekerjaan yang membuat manusia sering lupa membaca Al Qur’an
dalam keseharian. Membaca Al Qur’an itu
tidak perlu banyak, seprti dalam bulan Ramadhan membaca A Qur’an berkali kali
dan akhirnya khatam 3 kali dalam satu bulan Ramadhan akan tetapi setelah bulan
ramadhan usai tidak membaca Al Qur’an lagi. Itu adalah kesalahan dan keliruan
yang besar, karna Rasulullah Saw menyuruh kita membaca Al Qur’an setiap satu
hari sekali walaupun hanya satu ayat, itu lebih afdhol dari pada membaca Al
Qur’an terus menerus tapi hanya satu bulan dalam satu tahun. Semoga kita semua
tetap istiqomah dalam membaca Al Qur’an dan bersama Rasulullah Saw nanti di
surga firdaus, Aamiin Aamiin Ya Rabbal’alamiin
Pada waktu umur 3,5
tahun aku sudah mulai belajar Al Qur’an dan di awali dengan pengenalan huruf
atau yang kita kenal dengan sebutan membaca Iqra ( Iqra adalah wadah pengenalan
dan cara membaca rangkaian hijayah sebelum membaca Al Qur’an ). Saat itu saya
belajarnya di rumah ustadz di dekat rumah saya, belajarnya pada malam
hari. Yang kemudian pada saat saya
berumur 4,5 tahun saya belajar di TPA Aba, waktu itu jarak tempuh kesana 1 Km,
meski jaraknya jauh bukan halangan bagi saya, malah itu sebagai motivasi saya
karna semangatnya belajar agama tinggi + saat itu banyak anak yang semuruan
saya juga belajar ngaji di tempat itu. Saya pun berangkat kesana sendiri,
kadang naik sepeda, ada juga jalan kaki.
Waktu terus berlalu,
waktu saat setiap mau naik tingkat, selalu mendapatkan tugas menghapal surah,
dari pendek – panjang disana saya belajar ngaji sampai kelas 3 sd karna saat
kelas 4 saya pindah rumah. Di rumah
barupun saya semakin semangat belajar mengaji, karna di dekat rumah
alllhamdulillah ada TPA, saat itu saya mengaji dan sampai khatam, setelah
khatam ngaji pun saya pun selamatan ( adat banjarmasin, setiap khatam seseorang
anak harus menyediakan makan makan seperti lakatan, kue lapis, pisang dll untuk
di bacakan doa )di TPA tersebut.
Dari TPA dan belajar
ngaji di rumah atau sekolah, saya mulai mendapatkan ilmu dan amal amalan, yang
berkat amal amalan yang saya lakukan dari kecil sampai sekarang lah yang
membuat saya dapat prestasi dari tingkat kecamatan – internasional. Salah satu
amalan yang di lakukan dari sd sampai sekarang adalah berwudhu setiap sebelum
berangkat shalat, lebih baik lagi selalu berwudhu setiap batal, kemudian
setelah selesai shalat zuhur membaca
surah Al Insyirah sebanyak 7 kali kemudian taruh tangan di hati setiap mau
membacanya.
Selalu berwudhu sebelum
berangkat menuntut ilmu ataupun jalan jalan keluar rumah, kemudian membaca doa
keluar rumah membuat hati lebih tenang dan tentram. Karna apabila kita
seandainya meninggal saat itu, insyaAllah kita meninggal dalam khusnul
khatimah, saat berjalan pun kita di mudahkan Allah, terhindar dari musibah. Mengamalkan
surah Al Insyirah, sebenarnya saya dulu nggak terlalu percaya diri, akan tetapi
setelah mengamalkan ini menjadi percaya dri dan segala urusan di mudahkan Allah
Swt
Terjemah
Surat Al Insyirah ayat 1-8 :
1. Bukankah Kami telah melapangkan
untukmu dadamu?,
2. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3. yang memberatkan punggungmu?
4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain,
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
2. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3. yang memberatkan punggungmu?
4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain,
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
Salah satu amalan yang
sekarang rutin saya kerjakan adalah Shalat Sunnah dan membaca Al Qur’an, sesuai
dengan Firman All Swt :
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari
tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[865].
Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). QS 17:78 . Ayat
ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima. tergelincir matahari untuk waktu
shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya.
Di dalam Al Qur’an
banyak terdapat surat surat yang apabila kita amalkan selalu membaca setiap
hari, kemudian kita resapi dan amalkan yang insyaAllah membuat kita tenang dan
damai. Salah satunya adalah surat Al Mulk dan Al Waqiah yang apabila di baca
bebas siksa kubur dan jasadnya utuh. Contohnya di banjarmasin terdapat jasad
perempuan yang utuh, walau sudah meninggal bertahun tahun, setelah di teliti
amalannya adalah membaca surah Al Mulk. Kemudian ada lagi surat Ar Rahman, yang
apabila kita membaca, ingatan kita akan kuat, As Sajadah yang membuat hati
tentram dan damai, Al Insyirah yang membuat menjadi percaya diri dll.
Ada salah satu surah
yang membuat hati dan jiwa ini bergetar dan menangis jika mendengar dan membacanya
yaitu surah As Sajadah sebelumnya saya di sarankan ummi untuk membaca surah As
Sajadah setelah shalat magrib setiap malam jum’at. . Pada awalnya saya sering
mendengar surah As Sajadah itu lewat Hp dan Murratal.

