Selasa, 23 September 2014

Al QUR’AN ADALAH PEDOMAN HIDUPKU



Ketika saya mendengar kata Al Qur’an menjadi ingat Allah, karna Al Qur’an adalah sesuatu yang datang dari Allah kemudian di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril yang di peruntukan semesta alam. Ada hal yang berbeda ketika membaca Al Qur’an dan Novel. Kalo membaca novel akan ada tamatnya, sedangkan Al Qur’an tidak akan pernah, akan di baca, di pahami, di serap dan di masukan hati dari kecil sampai meninggal nanti, Karna sesungguhnya semua kejadian di dunia ini sebenarnya sudah tertulis di dalam Al Qur’an.
Sebenarnya untuk mempelajari Al Qur’an itu paling mudah di lakukan sejak masih kecil, karna di saat itulah, otak lagi mudah mencerna, mempelajari dari hukum tajwid dan menghapal ayat suci Al Qur’an. Berbeda dengan sekarang, ketika sudah dewasa banyak pikiran dan pekerjaan yang membuat manusia sering lupa membaca Al Qur’an dalam keseharian.  Membaca Al Qur’an itu tidak perlu banyak, seprti dalam bulan Ramadhan membaca A Qur’an berkali kali dan akhirnya khatam 3 kali dalam satu bulan Ramadhan akan tetapi setelah bulan ramadhan usai tidak membaca Al Qur’an lagi. Itu adalah kesalahan dan keliruan yang besar, karna Rasulullah Saw menyuruh kita membaca Al Qur’an setiap satu hari sekali walaupun hanya satu ayat, itu lebih afdhol dari pada membaca Al Qur’an terus menerus tapi hanya satu bulan dalam satu tahun. Semoga kita semua tetap istiqomah dalam membaca Al Qur’an dan bersama Rasulullah Saw nanti di surga firdaus, Aamiin Aamiin Ya Rabbal’alamiin
Pada waktu umur 3,5 tahun aku sudah mulai belajar Al Qur’an dan di awali dengan pengenalan huruf atau yang kita kenal dengan sebutan membaca Iqra ( Iqra adalah wadah pengenalan dan cara membaca rangkaian hijayah sebelum membaca Al Qur’an ). Saat itu saya belajarnya di rumah ustadz di dekat rumah saya, belajarnya pada malam hari.  Yang kemudian pada saat saya berumur 4,5 tahun saya belajar di TPA Aba, waktu itu jarak tempuh kesana 1 Km, meski jaraknya jauh bukan halangan bagi saya, malah itu sebagai motivasi saya karna semangatnya belajar agama tinggi + saat itu banyak anak yang semuruan saya juga belajar ngaji di tempat itu. Saya pun berangkat kesana sendiri, kadang naik sepeda, ada juga jalan kaki.
Waktu terus berlalu, waktu saat setiap mau naik tingkat, selalu mendapatkan tugas menghapal surah, dari pendek – panjang disana saya belajar ngaji sampai kelas 3 sd karna saat kelas 4 saya pindah rumah.  Di rumah barupun saya semakin semangat belajar mengaji, karna di dekat rumah alllhamdulillah ada TPA, saat itu saya mengaji dan sampai khatam, setelah khatam ngaji pun saya pun selamatan ( adat banjarmasin, setiap khatam seseorang anak harus menyediakan makan makan seperti lakatan, kue lapis, pisang dll untuk di bacakan doa )di TPA tersebut.
Dari TPA dan belajar ngaji di rumah atau sekolah, saya mulai mendapatkan ilmu dan amal amalan, yang berkat amal amalan yang saya lakukan dari kecil sampai sekarang lah yang membuat saya dapat prestasi dari tingkat kecamatan – internasional. Salah satu amalan yang di lakukan dari sd sampai sekarang adalah berwudhu setiap sebelum berangkat shalat, lebih baik lagi selalu berwudhu setiap batal, kemudian setelah selesai shalat zuhur  membaca surah Al Insyirah sebanyak 7 kali kemudian taruh tangan di hati setiap mau membacanya.
Selalu berwudhu sebelum berangkat menuntut ilmu ataupun jalan jalan keluar rumah, kemudian membaca doa keluar rumah membuat hati lebih tenang dan tentram. Karna apabila kita seandainya meninggal saat itu, insyaAllah kita meninggal dalam khusnul khatimah, saat berjalan pun kita di mudahkan Allah, terhindar dari musibah. Mengamalkan surah Al Insyirah, sebenarnya saya dulu nggak terlalu percaya diri, akan tetapi setelah mengamalkan ini menjadi percaya dri dan segala urusan di mudahkan Allah Swt
imagehttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKeMTCW23Bv-52GX0tzobFzh4uOA6HyY4RsN-0xdbwLTTF4PzHoPeDbS3GqwTsxAIQwoIRgJfKdnuG7zxiaCkErd3ENUZOcCTw5aPVX1QMkbn4dKhqPKSPqed6p09yuB2FkDiJgu-aIkxd/s400/al-insyirah2.png
Terjemah Surat Al Insyirah ayat 1-8 :
1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
2. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3. yang memberatkan punggungmu?
4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain,
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
 

Salah satu amalan yang sekarang rutin saya kerjakan adalah Shalat Sunnah dan membaca Al Qur’an, sesuai dengan Firman All Swt :
 Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[865]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). QS 17:78 . Ayat ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima. tergelincir matahari untuk waktu shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya.
Di dalam Al Qur’an banyak terdapat surat surat yang apabila kita amalkan selalu membaca setiap hari, kemudian kita resapi dan amalkan yang insyaAllah membuat kita tenang dan damai. Salah satunya adalah surat Al Mulk dan Al Waqiah yang apabila di baca bebas siksa kubur dan jasadnya utuh. Contohnya di banjarmasin terdapat jasad perempuan yang utuh, walau sudah meninggal bertahun tahun, setelah di teliti amalannya adalah membaca surah Al Mulk. Kemudian ada lagi surat Ar Rahman, yang apabila kita membaca, ingatan kita akan kuat, As Sajadah yang membuat hati tentram dan damai, Al Insyirah yang membuat menjadi percaya diri dll.
Ada salah satu surah yang membuat hati dan jiwa ini bergetar dan menangis jika mendengar dan membacanya yaitu surah As Sajadah sebelumnya saya di sarankan ummi untuk membaca surah As Sajadah setelah shalat magrib setiap malam jum’at. . Pada awalnya saya sering mendengar surah As Sajadah itu lewat Hp dan Murratal.