Cerita
Nabi Ibrahim – Menurut
buku kisah-kisah 25 nabi dan mukjizatnya, Kerajaan babylon pada masa itu
termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan
serba kecukupan sandan maupun pangan serta sarana prasarana yang menjadi
keperluan pertumbuhan jasmani mereka. Akan tetapi tingkatan hidup rohani mereka
berada ditingkat jahiliyah. Mereka tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka yang
telah mengaruniakan mereka dengan segela kenikmatan dan kebahagiaan duniawi.
Persembahan mereka adalah patung-patung yang mereka pahaht sendiri dari batu
batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.
Raja mereka namrud bin kan’aan menjalankan tampuk
pemerintahan dengan tangan besi dan kekuasaan mutlah tanpa adanya
undang-undang. Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya
merupakan undang-undangn yang tidak dapat dilanggar atau ditawar. Kekuasaan
yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup berlebih-lebihan
yang ia nikmati lama kelamaan menjadikan ia tidak puas dengan kedudukannya
sebagai raja. Dia merupakan seorang raja yang kejam. Ia merasakan dirinya patut
disembah oleh rakyatnya sebagai Tuhan. Ia berpikir jika rakyatnya mau dan rela
menyembah patung-patung yang terbuat dari batu yang tidak dapat memberikan
manfaat dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka, mengapa bukan dia saja yang
disembah sebagai Tuhan. Dia yang dapat berbicara, dapat mendegarn dan dapat
berpikir, dapat memimpin mereka, membawa kemakmuran bagi mereka dan melepaskan
dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dapat mengubah orang miskin menjadi
kaya dan orang yang hinda di hina menjadi orang yang mulia. Di samping itu, ia
adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.
Cerita Nabi ibrahim As Mencari
Tuhan kemudian Menemukan Alloh
Ketika Nabi ibrahim as
masih anak-anak, dia dapat merasakan kesesatan kaummnya yang menyembah berhala.
Lalu Nabi ibrahim merenung dan berfikir, siapa kah Tuhan yang sebenarnya? Pada
suatu malam, nabi ibrahim as kagum akan bintang-bintang yang ada di langit. Ia
menganggap bahwa itu adalah Tuhan. Namun kemudian ia kecewa ternyata bulan
lebih besar dari pada bintang. Ia menganggap pula bahwa bulan adalah Tuhannya
yang sebenarnya. Namun ketika menjelang pagi Nabi ibrahim terkejut
karena bintang dan rembulan yang semalam diyakini sebagai Tuhan ternyata lenyap
dari pandangan. Nabi Ibrahim as pun kecewa lagi.
Lalu muncul pula matahari yang
bersinar lebih terang dan besar. Ia mengganggap bahwa matahari itula Tuhannya.
Sekali lagi Nabi Ibrahim as kecewa karena matahari juga hilang karena malam
tiba. Akhirnya nabi ibrahim as mengetahui bahwa ALlah adalah satu-satunya Tuhan
yang berhak disembah.
Ayah Nabi Ibrahim as adalah
seseorang yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Nabi Ibrahim as
sebagai calon rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada
kaumnya, jauh jauh telah diilhami akal sehat dan fikiran tajam serta kesadaran
bahwa apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri adalah
pebuatan yang sesat yang menandakan kebodohan dan bahwa persembahan kaumnya
kepada patung-patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus diberantas dan
diperangi agar mereka kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan
kepada Tuhan Yang MAha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.
Semasa remajanya, nabi ibrahim
as sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya
namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia
tidak bersemangat untuk menjajajakn baran-barang itu.
Ibrahim merencanakan untuk membuktikan kepada kaumnya
tentang kesalahan mereka menyembah berhala. Kesempatan itu diperolehnya ketika
penduduk Babylonia merayakan suatu hari besar dengan tinggal di luar kota
selama berhari-hari. Ibrahim lalu memasuki tempat peribadatan kaumnya dan
merusak semua berhala yang ada, kecuali sebuahpatung yang besar. Oleh Ibrahim,
di leher patung itu dikalungkan sebuah kapak. Mukjizat Allah: Api menjadi
dingin Akibat perbuatannya ini, Ibrahim ditangkap dan diadili. Namun ia
menyatakan bahwa patung yang berkalung kapak itulah yang menghancurkan
berhala-berhala mereka dan menyarankan para hakim untuk bertanya kepadanya.
Tentu saja para hakim mengatakan bahwa berhala tidak mungkin dapat ditanyai.
Saat itulah Nabi Ibrahim AS mengemukakan pemikirannya yang berisi dakwah
menyembah Allah SWT. Hakim memutuskan Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai
hukumannya. Saat itulahmukjizat dari Allah SWT turun. Atas perintah Allah, api
menjadi dingin dan Ibrahim pun selamat. Sejumlah orang yang menyaksikan
kejadian ini mulai tertarik pada dakwah Ibrahim AS, namun mereka merasa takut
pada penguasa. Langkah dakwah Nabi Ibrahim AS benar-benar dibatasi oleh Raja
Namrud dan kaki tangannya. Karena melihat kesempatan berdakwah yang sangat
sempit, Ibrahim AS meninggalkan tanah airnya menuju Harran, suatu daerah di
Palestina. Di sini ia menemukan penduduk yang menyembah binatang. Penduduk di
wilayah ini menolak dakwah Nabi Ibrahim AS. Ibrahim AS yang saat itu telah
menikah dengan Siti Sarah kemudian berhijrah ke Mesir. Di tempat ini Nabi
Ibrahim AS berniaga, bertani, dan beternak. Kemajuan usahanya membuat iri
penduduk Mesir sehingga ia pun kembali ke Palestina. Ibrahim menikahi Siti
Hajar Setelah bertahun-tahun menikah, pasangan Ibrahim dan Sarah tak kunjung
dikaruniai seorang anak. Untuk memperoleh keturunan, Sarah mengizinkan suaminya
untuk menikahi Siti Hajar, pembantu mereka. Dari pernikahan ini, lahirlah
Ismail yang kemudian juga menjadi nabi. Ketika Nabi Ibrahim AS berusia 90
tahun, datang perintah Allah SWT agar ia meng-khitan dirinya,Ismail yang saat
itu berusia 13 tahun, dan seluruh anggota keluarganya. Perintah ini segera
dijalankan Nabi Ibrahim AS dan kemudian menjadi hal yang dijalankan nabi-nabi
berikutnya hingga umat Nabi Muhammad SAW. Allah SWT juga memerintahkan Ibrahim
AS untuk memperbaiki Ka'bah (Baitullah). Saat itu bangunan Ka'bah sebagai
rumahsuci sudah berdiri di Mekah. Bangunan ini diperbaikinya bersama Ismail AS.
Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al-Baqarah ayat 127. Ibrahim AS adalah
nenek moyang bangsa Arab dan Israel. Keturunannya banyak yang menjadi nabi.
Dalam riwayat dikatakan bahwa usia Nabi Ibrahim AS mencapai 175 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar