Ijinkan aku bersandar dibahumu
Aku lelah… dalam kelelahan tak bertepi
Bertemankan dinding putih yang sunyi
kurindu dirimu menemaniku disisiku
tuk bangkitkan asaku yang kian tak menentu
Redup,… atmaku seakan tak ingin lagi menyatu
Sosok tempatku bersandar masih terpaku
Begitu lemahnya, asa seakan pupus sudah
Tapi untukmu, … aku tak kan pernah menyerah
Masih kuingin melihat semburat jingga
Pancaran pengharapan yang masih tersisa
Terbayang kenangan di suatu masa
Aku bersandar di bahumu di suatu senja
bayang bermain di pelupuk mata
Seakan menuai cerita cinta
Kuingin mengecap kebahagiaan ini
Ijinkan aku bersandar di bahumu sekali lagi..
Blog adalah caraku untuk berekspresi mencurahkan isi apa yang ada di hati yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata. dunia ku kedua adalah blogku
Rabu, 15 Januari 2014
Senin, 06 Januari 2014
¤ Dimanakah Damai DiHati ¤
Dikeheningan senja yang melabuhkan tirai
Di langit kemerahan kicauan burung pulang ke sarang
Tiupan sang bayu senja menghembus wajah nyaman terasa
Aku.. tetap setia di sini
mencari sesuatu yang hilang
ku gores cerita duka, ku tilik cerita suka
bertabur kerinduan menusuk sanubari…
Ku cari damai dihati, ku cari ketenangan abadi
mampukah aku miliki…
pesona indah rasa bahagia..
adakah aku mampu rasa…
suatu hari aku pasti temui
apa yang aku impikan
kepada-Mu Ya Allah.. aku memohon..
Pertemukan diri ini dengan sang pasangan hati..
Di langit kemerahan kicauan burung pulang ke sarang
Tiupan sang bayu senja menghembus wajah nyaman terasa
Aku.. tetap setia di sini
mencari sesuatu yang hilang
ku gores cerita duka, ku tilik cerita suka
bertabur kerinduan menusuk sanubari…
Ku cari damai dihati, ku cari ketenangan abadi
mampukah aku miliki…
pesona indah rasa bahagia..
adakah aku mampu rasa…
suatu hari aku pasti temui
apa yang aku impikan
kepada-Mu Ya Allah.. aku memohon..
Pertemukan diri ini dengan sang pasangan hati..
Dengarkan bisik ku
Dengarkan Bisikanku
Terkadang aku berharap dapat kah kita mengayuh bahtera ini hingga ke sebuah pelabuhan cinta kita
Jujur hatiku yakin untuk mencintaimu dengan tulus
Tetapi terkadang seorang lain membisik ku,bagaikan ombak yang menghantam
Kumohon jangan lepaskan gandengan kita,pegang erat tanganku
Kita kan selalu bersama….
Karna aku berkorban walau sakit
Hentikan dayung ini untuk sebentar,,,,
Karena hati gelisah
Beribu kata menyakinkan dirimu kasih
Hilaf kecil ini mengusik
Dan mulai dirimu melangkahkan langkah kecil
Dengarkan bisikku sayang
Jangan bimbang dengan ini,Kumohon kesalahan ini jadikan pelajaran untuk hubungan kita
Terimalah sayang aku apa adanya
Walaupun hilaf selalu mengusik
Tapi hati ini selalu untukmu
Terkadang aku berharap dapat kah kita mengayuh bahtera ini hingga ke sebuah pelabuhan cinta kita
Jujur hatiku yakin untuk mencintaimu dengan tulus
Tetapi terkadang seorang lain membisik ku,bagaikan ombak yang menghantam
Kumohon jangan lepaskan gandengan kita,pegang erat tanganku
Kita kan selalu bersama….
Karna aku berkorban walau sakit
Hentikan dayung ini untuk sebentar,,,,
Karena hati gelisah
Beribu kata menyakinkan dirimu kasih
Hilaf kecil ini mengusik
Dan mulai dirimu melangkahkan langkah kecil
Dengarkan bisikku sayang
Jangan bimbang dengan ini,Kumohon kesalahan ini jadikan pelajaran untuk hubungan kita
Terimalah sayang aku apa adanya
Walaupun hilaf selalu mengusik
Tapi hati ini selalu untukmu
Aku Tak Sanggup..
wahai engkau sang penguasa hati ..
Jangan kau tancapkan lagi..
Panah asmaramu di hatiku..
Karna diriku tak pantas..
menerima cintanya yang indah,,
Karna keindahan bagiku..
Hanya bersama kekasihku..
Wahai engkau penguasa langit..
Jangan kau lukiskan namanya di benakku,,
Karna aku memang tak pantas..
Untuk menerima namanya..
Karna di benakku tlah tertanam namanya..
Sekalipun jangan,,,jangan biarkan ,
Akal bulus ini merasuk jiwaku..
Membunuh rasaku..
Menyapu kisah cintaku..
sekalipun jangan…
karna ku tak sanggup..
Tak sanggup menorehkan luka di hatinya..
Tak sanggup meliat air matanya..
Aku tak sanggup..
Jangan kau tancapkan lagi..
Panah asmaramu di hatiku..
Karna diriku tak pantas..
menerima cintanya yang indah,,
Karna keindahan bagiku..
Hanya bersama kekasihku..
Wahai engkau penguasa langit..
Jangan kau lukiskan namanya di benakku,,
Karna aku memang tak pantas..
Untuk menerima namanya..
Karna di benakku tlah tertanam namanya..
Sekalipun jangan,,,jangan biarkan ,
Akal bulus ini merasuk jiwaku..
Membunuh rasaku..
Menyapu kisah cintaku..
sekalipun jangan…
karna ku tak sanggup..
Tak sanggup menorehkan luka di hatinya..
Tak sanggup meliat air matanya..
Aku tak sanggup..
Minggu, 05 Januari 2014
CINTA YANG DATANG MENYAPAKU
ada yang tiba-tiba datang dalam hatiku
seketika
sesaat setelah kau lemparkan senyum itu
melesat dan menancap tepat di jantung hatiku
tak terbendung
dan aku pun terdiam
tak kuasa
tak berdaya
seperti kupu kupu di taman bunga
saat musim bersemi
derai rambutmu menebar aroma cinta
membiusku dalam lamunan
yang berujung pada kekaguman jiwa
hai kau gadis yang kutemui dalam mimpiku
wangimu akan selalu ada dalam dekapanku
menemaniku melewati kesepian di jiwaku
kau gadis di jantung malam
jangan tenggelam dalam gelap
aku takut menyusuri lorong malam yang memikat
tanpamu
ada yang tiba-tiba datang dalam hatiku
seketika…
sesaat setelah kau mengisyaratkan cinta
lewat kedua bola matamu
yang kurasa begitu indah
seketika
sesaat setelah kau lemparkan senyum itu
melesat dan menancap tepat di jantung hatiku
tak terbendung
dan aku pun terdiam
tak kuasa
tak berdaya
seperti kupu kupu di taman bunga
saat musim bersemi
derai rambutmu menebar aroma cinta
membiusku dalam lamunan
yang berujung pada kekaguman jiwa
hai kau gadis yang kutemui dalam mimpiku
wangimu akan selalu ada dalam dekapanku
menemaniku melewati kesepian di jiwaku
kau gadis di jantung malam
jangan tenggelam dalam gelap
aku takut menyusuri lorong malam yang memikat
tanpamu
ada yang tiba-tiba datang dalam hatiku
seketika…
sesaat setelah kau mengisyaratkan cinta
lewat kedua bola matamu
yang kurasa begitu indah
Sabtu, 04 Januari 2014
KEPADA CAHAYA YANG PERGI
Ku simpul rindu dalam sunyi
berteman bayangan mu yang tenggelam di rajut gelap
kemana sisa ceria ku?
hanya duka ku genggam dalam angan
sekarang semuanya hilang,,melayang
bersama kepergian mu tanpa salam
tanpa ucapan,tanpa senyuman,
tanpa alasan,,,
Kau hanya pergi tanpa permisi
meninggalkan luka penuh tanya
mengapa kau biarkan ku jatuh cinta
dan hanya menyisakan luka perih dalam dada
kosong,semu,dunia ini ku jalani
tanpa hadirmu yang pernah taburkan ceria
dan kembali hampa tanpa mu
Dan sekarang,,,,
di sini coba tata hati
meski separuh kepingnya kau bawa pergi
ku coba sendiri,meski sulit
tetap akan ku jalani
bersama harapan kau akan kembali
pada ku suatu nanti
untuk cahaya yang pernah pergi...
berteman bayangan mu yang tenggelam di rajut gelap
kemana sisa ceria ku?
hanya duka ku genggam dalam angan
sekarang semuanya hilang,,melayang
bersama kepergian mu tanpa salam
tanpa ucapan,tanpa senyuman,
tanpa alasan,,,
Kau hanya pergi tanpa permisi
meninggalkan luka penuh tanya
mengapa kau biarkan ku jatuh cinta
dan hanya menyisakan luka perih dalam dada
kosong,semu,dunia ini ku jalani
tanpa hadirmu yang pernah taburkan ceria
dan kembali hampa tanpa mu
Dan sekarang,,,,
di sini coba tata hati
meski separuh kepingnya kau bawa pergi
ku coba sendiri,meski sulit
tetap akan ku jalani
bersama harapan kau akan kembali
pada ku suatu nanti
untuk cahaya yang pernah pergi...
Diriku bukan yang terbaik untukmu
maaf…
karna hanya harapan kosong
yang tlah Q berikan padamu
dan tlah membuat mu kecewa
Q hanya terlalu takut
bila kau terlalu mencintaiku
Q kan membuatmu lebih kecewa
karna kau tak mengenalku kehidupanku
meski smua orang terdekatmu bicara
Q tlah bisa mengubah hidupmu jadi lebih indah
hanya Q yg slalu bisa membuatmu tersenyum
namun tetap Q bukan yang terbaik untukmu
kau tercipta terlalu sempurna
sedangkan aku hanyalah manusia biasa
yang terlalu banyak kekurangan
hingga Q tak pantas tuk miliki dirimu
bait-bait puisi ini Q ciptakan untukmu
sebagai kata perpisahan diantara kita
dan yang harus kau tau
I love U so much
and will always remember in my heart
karna hanya harapan kosong
yang tlah Q berikan padamu
dan tlah membuat mu kecewa
Q hanya terlalu takut
bila kau terlalu mencintaiku
Q kan membuatmu lebih kecewa
karna kau tak mengenalku kehidupanku
meski smua orang terdekatmu bicara
Q tlah bisa mengubah hidupmu jadi lebih indah
hanya Q yg slalu bisa membuatmu tersenyum
namun tetap Q bukan yang terbaik untukmu
kau tercipta terlalu sempurna
sedangkan aku hanyalah manusia biasa
yang terlalu banyak kekurangan
hingga Q tak pantas tuk miliki dirimu
bait-bait puisi ini Q ciptakan untukmu
sebagai kata perpisahan diantara kita
dan yang harus kau tau
I love U so much
and will always remember in my heart
Biarkan aku bicara padamu wahai para kaum wanita...
Wahai wanita…
kami bukanlah batu karang yang tak
tergerus air…
kami bukanlah baja yang takkan patah…
kami bukanlah matahari yang takkan
pernah padam..
Wahai wanita.. ada saatnya kami ingin bersandar dibahumu dan dalam pelukmu..
bukan untuk bermanja2 atau bersengang ria…
sekedar mendapatkan tempat nyaman, walau sejenak…
Tidaklah mungkin kami bersandar dibanyak bahu..
hanya dibahumu seorang…
biarkan sejenak kukembali ke masa kecilku…
masa dimana kami tak perlu bertegang rasa..
tak perlu bertegap dada..
tak perlu berkeras muka….
Wahai wanita…
jika kami tak pernah menangis, itu bukan
berarti kami tak berperasaan. .
namun memang kami mempunyai cara sendiri
untuk menangis..
Jika kami terperangah dan bingung
melhiatmu menangis, bukan karena kami
menganggapmu tontonan..
bukan juga suatu kebanggaan membuatmu
menangis karena diriku..
semata2 karena kami tak tahu dan tak
mengerti, harus bagaimana kami saat itu….
Kusentuh, kau tepis..
kupeluk, kau dorong..
.
Wahai wanita… kami kadang sensitif bukan karena kami banci… karena sebenarnya hati kami jauh lebih rapuh dari kalian para wanita… kebetulan saja cangkang kami lebih keras sehingga lebih terlindungi dari benturan.. namun didalam sini, kami bagaikan agar-agar dibandingkan kalian yang keras bagaikan karang didalam, walau selembut sutra diluarnya…
.
Wahai wanita…
ku tertawa bukan karena merendahkanmu. ..
ku tersipu bukan karena kecantikanmu. .
ku terdiam bukan karena kata2mu…
Kutertawa karena kata2 lucumu
menyegarkan hatiku..
ku tersipu karena hatiku mulai terpaut
oleh pesonamu…
ku terdiam karena kusadari kumulai jatuh
cinta pada dirimu...
kami bukanlah batu karang yang tak
tergerus air…
kami bukanlah baja yang takkan patah…
kami bukanlah matahari yang takkan
pernah padam..
Wahai wanita.. ada saatnya kami ingin bersandar dibahumu dan dalam pelukmu..
bukan untuk bermanja2 atau bersengang ria…
sekedar mendapatkan tempat nyaman, walau sejenak…
Tidaklah mungkin kami bersandar dibanyak bahu..
hanya dibahumu seorang…
biarkan sejenak kukembali ke masa kecilku…
masa dimana kami tak perlu bertegang rasa..
tak perlu bertegap dada..
tak perlu berkeras muka….
Wahai wanita…
jika kami tak pernah menangis, itu bukan
berarti kami tak berperasaan. .
namun memang kami mempunyai cara sendiri
untuk menangis..
Jika kami terperangah dan bingung
melhiatmu menangis, bukan karena kami
menganggapmu tontonan..
bukan juga suatu kebanggaan membuatmu
menangis karena diriku..
semata2 karena kami tak tahu dan tak
mengerti, harus bagaimana kami saat itu….
Kusentuh, kau tepis..
kupeluk, kau dorong..
.
Wahai wanita… kami kadang sensitif bukan karena kami banci… karena sebenarnya hati kami jauh lebih rapuh dari kalian para wanita… kebetulan saja cangkang kami lebih keras sehingga lebih terlindungi dari benturan.. namun didalam sini, kami bagaikan agar-agar dibandingkan kalian yang keras bagaikan karang didalam, walau selembut sutra diluarnya…
.
Wahai wanita…
ku tertawa bukan karena merendahkanmu. ..
ku tersipu bukan karena kecantikanmu. .
ku terdiam bukan karena kata2mu…
Kutertawa karena kata2 lucumu
menyegarkan hatiku..
ku tersipu karena hatiku mulai terpaut
oleh pesonamu…
ku terdiam karena kusadari kumulai jatuh
cinta pada dirimu...
"Di Ujung Penantian"
Jika cinta itu indah..
Mengapa ada air mata yang tertumpah..
Jika kasih sayang itu nyaman..
Mengapa selalu ada kegelisahan..
Saat pagi menyapa..
Ku teringat saat engkau sapa diri ini..
Saat ku melamun sendiri..
Menutup mata lebih berarti..
Jika aku bisa melihatmu..
Ku ingin memelukmu erat di sini..
Entah apa yang terpikir di benakmu..
Entah siapa lelaki yang kau harapkan untukmu..
Entah siapa sebenarnya dirimu..
Entah sandiwara apa yang akan mempermainkanku..
Kini ku biarkan hati menangis..
Melepas semua yang pernah terjadi..
Merasakan kebimbangan hati ini..
Yang tak pernah ada akhirnya..
Mengapa ada air mata yang tertumpah..
Jika kasih sayang itu nyaman..
Mengapa selalu ada kegelisahan..
Saat pagi menyapa..
Ku teringat saat engkau sapa diri ini..
Saat ku melamun sendiri..
Menutup mata lebih berarti..
Jika aku bisa melihatmu..
Ku ingin memelukmu erat di sini..
Entah apa yang terpikir di benakmu..
Entah siapa lelaki yang kau harapkan untukmu..
Entah siapa sebenarnya dirimu..
Entah sandiwara apa yang akan mempermainkanku..
Kini ku biarkan hati menangis..
Melepas semua yang pernah terjadi..
Merasakan kebimbangan hati ini..
Yang tak pernah ada akhirnya..
Harapan CIntaku
Untukmu cinta ini aku titipkan
Sebagai mahkota dalam singgasana hidupmu
Untukmu cinta ini aku persembahkan
sebagai bintang di langit hayatmu
menyulam mimpi merenda asa
berharap kau kan menjadi kekasihku di dunia
dan bidadariku di syurga
meski takdir menjadi penentu cinta kita
selama jantung ini masih berdetak
selama nafas ini masih memberiku kehidupan
selama tuhan masih mengijinkan cinta ini tertanam
maka, ijinkan cinta menulis sejarahnya sendiri
dalam lembaran suci altar kehidupan
dalam renungan doa,
dalam munajat cinta,
kuukir namamu di dinding harapan
agar aku menjadi imam atas engkau
agar engkau menjadi halal untukku
agar engkau menjadi muara terakhir kisahku
agar engkau menjadi pendamping sejatiku
Tuhan, mungkin tak mengijinkan aku memilikimu
Tapi aku berharap
Tuhan mengijinkanku untuk mencintaimu
Hingga akhir masa
Sebagai mahkota dalam singgasana hidupmu
Untukmu cinta ini aku persembahkan
sebagai bintang di langit hayatmu
menyulam mimpi merenda asa
berharap kau kan menjadi kekasihku di dunia
dan bidadariku di syurga
meski takdir menjadi penentu cinta kita
selama jantung ini masih berdetak
selama nafas ini masih memberiku kehidupan
selama tuhan masih mengijinkan cinta ini tertanam
maka, ijinkan cinta menulis sejarahnya sendiri
dalam lembaran suci altar kehidupan
dalam renungan doa,
dalam munajat cinta,
kuukir namamu di dinding harapan
agar aku menjadi imam atas engkau
agar engkau menjadi halal untukku
agar engkau menjadi muara terakhir kisahku
agar engkau menjadi pendamping sejatiku
Tuhan, mungkin tak mengijinkan aku memilikimu
Tapi aku berharap
Tuhan mengijinkanku untuk mencintaimu
Hingga akhir masa
Ungkapan Rindu
Kapankah perasaan ini akan berhenti..
Kapankah perasaan ini akan bermula..
Bagaimana aku harus mendengarkan pikiranku..
Tanpa menghancurkan hatiku..
Haruskah aku mengabaikanmu..
Atau memberinya waktu..
Aku tak mampu berpikir jernih..
Hatiku mengendalikan jiwaku..
Setiap detik kumenanti..
Hingga saatnya bertemu dirimu nanti..
Menit demi menit hilang..
Kulalui tiada tenang..
Hati ini gelisah..
Hati ini resah..
Menanti esok hari..
Menanti datangnya pagi..
Perjumpaan dengan dirimu..
Selalu kutunggu kembali..
Wahai Kekasihku.
Kapankah perasaan ini akan bermula..
Bagaimana aku harus mendengarkan pikiranku..
Tanpa menghancurkan hatiku..
Haruskah aku mengabaikanmu..
Atau memberinya waktu..
Aku tak mampu berpikir jernih..
Hatiku mengendalikan jiwaku..
Setiap detik kumenanti..
Hingga saatnya bertemu dirimu nanti..
Menit demi menit hilang..
Kulalui tiada tenang..
Hati ini gelisah..
Hati ini resah..
Menanti esok hari..
Menanti datangnya pagi..
Perjumpaan dengan dirimu..
Selalu kutunggu kembali..
Wahai Kekasihku.
DIA TELAH PERGI
Mengapa…?
mengapa aku harus kehilangannya untuk kedua kalinya
kini aku tak mengerti…
hatiku kini retak,remuk,dan hancur…
dulu hatiku yang slalu senang saat bersamanya
kini hilang harapan itu
dia pergi…
pergi menghadap sang khaliq
seharusnya aku harus ikhlaskannya
tapi tak bisa,
air mataku trus mengalir,dan membasahi pipiku
sekarang,fikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
aku kehilangan jati diriku saat ini,karna dia…
aku hanya bisa menangis dan menagisinya,
menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
mengapa ku tak nyatakan rasaku padanya ?
sekarang, yang didepanku hanya raga tanpa nyawa
Dia pergi,Dia pergi,tinggalkanku,hanya itu ucapku
dulu waktu aku ingin ungkapkan rasaku padanya
ternyata Dia sudah memiliki orang yang dicintainya…
haruskah kurusak itu ?
tak mungkin, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati
dan hari ini, saat kuberencana ingin ucapkan rasaku
tiba-tiba aku dengar dia kecelakaan dan tewas ditempat
tak terlintas difikirku, bahwa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku.
mengapa aku harus kehilangannya untuk kedua kalinya
kini aku tak mengerti…
hatiku kini retak,remuk,dan hancur…
dulu hatiku yang slalu senang saat bersamanya
kini hilang harapan itu
dia pergi…
pergi menghadap sang khaliq
seharusnya aku harus ikhlaskannya
tapi tak bisa,
air mataku trus mengalir,dan membasahi pipiku
sekarang,fikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
aku kehilangan jati diriku saat ini,karna dia…
aku hanya bisa menangis dan menagisinya,
menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
mengapa ku tak nyatakan rasaku padanya ?
sekarang, yang didepanku hanya raga tanpa nyawa
Dia pergi,Dia pergi,tinggalkanku,hanya itu ucapku
dulu waktu aku ingin ungkapkan rasaku padanya
ternyata Dia sudah memiliki orang yang dicintainya…
haruskah kurusak itu ?
tak mungkin, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati
dan hari ini, saat kuberencana ingin ucapkan rasaku
tiba-tiba aku dengar dia kecelakaan dan tewas ditempat
tak terlintas difikirku, bahwa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku.
Perasaan Cinta
Denyut nadi yang mendetak dari jantung ini,
tak lagi beraturan seperti biasanya..
yang ku rasa semua mulai berbeda..
karna di setiap langkahku,
ku utarakan namamu..
dan tiap kali aku berhenti,
ku bayangkan wajahmu ..
Tak pernah lepas hayalku mengikat seluruh tubuh ini..
agar tidak meninggalkanmu..
karna di seluruh jiwa dan ragaku,
telah ku ukir indah namamu..
yang pada saat itu pula,
membuat lengkung senyum di bibirku..
Seandainya kau tau hidupku ini,
hanyalah sebatas rindu padamu..
mungkin saja kau kan menoleh padaku..
dan membuka jalan menuju hatimu..
namun inilah aku..
yang tak mampu berkata untuk menjelaskan isi hati ku..
tak lagi beraturan seperti biasanya..
yang ku rasa semua mulai berbeda..
karna di setiap langkahku,
ku utarakan namamu..
dan tiap kali aku berhenti,
ku bayangkan wajahmu ..
Tak pernah lepas hayalku mengikat seluruh tubuh ini..
agar tidak meninggalkanmu..
karna di seluruh jiwa dan ragaku,
telah ku ukir indah namamu..
yang pada saat itu pula,
membuat lengkung senyum di bibirku..
Seandainya kau tau hidupku ini,
hanyalah sebatas rindu padamu..
mungkin saja kau kan menoleh padaku..
dan membuka jalan menuju hatimu..
namun inilah aku..
yang tak mampu berkata untuk menjelaskan isi hati ku..
LUKA DI MALAM HARI
Ku telusuri malam ku
Berteman kan sepi
Di kelilingi gelap nan pekat
Di riuhkan oleh sang angin kumbang malam...
Smuanya hampa...
Tak sekeping hati pun yang tersisa
Tak ku temukan lagi asa yg pernah ada
Takan ku dapat jumpai lagi senyum pengikat sejuta pesona...
Smuanya telah berlalu
Meninggalkan sepenggal cerita duka
Membingkai kenangan manis menjadi pahit pada akhirnya...
Karna kau telah memilih pergi
Menjauh dan berlalu membawa hati yang telah kau curi...
Dan tinggalah aku sendiri di sini Membalut luka perih yang kau lukai...
Berteman kan sepi
Di kelilingi gelap nan pekat
Di riuhkan oleh sang angin kumbang malam...
Smuanya hampa...
Tak sekeping hati pun yang tersisa
Tak ku temukan lagi asa yg pernah ada
Takan ku dapat jumpai lagi senyum pengikat sejuta pesona...
Smuanya telah berlalu
Meninggalkan sepenggal cerita duka
Membingkai kenangan manis menjadi pahit pada akhirnya...
Karna kau telah memilih pergi
Menjauh dan berlalu membawa hati yang telah kau curi...
Dan tinggalah aku sendiri di sini Membalut luka perih yang kau lukai...
GORESAN PENA
Seruncing mata pena
menyurat nada dalam jiwa
kalam kalam tercurah
menggoreskan satu kesan bernuansa
Kini pada mozaik langit yang membiru
pena mengoyak tirai berambigu
menjadi bulir bulir mutiara
tercurah meluruh di bumi lautan jiwa
Mata pena bersama tinta akan tetap merajai
membasuh luka dan airmata
agar terukir indah daripada tumpul tersusur
mentasbihkan rasa yang tetap erat bersimpul
Kemarin, biarlah berlalu
tak perlu menguak sebuah kenangan
agar langkah kedepan takkan karam tergenang
hingga tergapai pada tepian asa
memintal akan adanya sebuah makna
berjelajah tanpa menamparkan jejak silam
mengemasi tinta aksara kelam
tertujuku mata pena, pada kanvas buram
menyurat nada dalam jiwa
kalam kalam tercurah
menggoreskan satu kesan bernuansa
Kini pada mozaik langit yang membiru
pena mengoyak tirai berambigu
menjadi bulir bulir mutiara
tercurah meluruh di bumi lautan jiwa
Mata pena bersama tinta akan tetap merajai
membasuh luka dan airmata
agar terukir indah daripada tumpul tersusur
mentasbihkan rasa yang tetap erat bersimpul
Kemarin, biarlah berlalu
tak perlu menguak sebuah kenangan
agar langkah kedepan takkan karam tergenang
hingga tergapai pada tepian asa
memintal akan adanya sebuah makna
berjelajah tanpa menamparkan jejak silam
mengemasi tinta aksara kelam
tertujuku mata pena, pada kanvas buram
Aku Hanya Ingin Membuat Dia Tersenyum
Aku hanya ingin membuat dia tersenyum
Seperti dulu ketika kita bermain di percik deburan ombak
Dan berlari memeluk angin
Kau tersenyum, aku tertawa
Lalu terdiam, dan berakhir peluk.
Aku hanya ingin membuat dia tersenyum
Merekah di bawah pepohonan yang bersemi
Di tautan mata yang tak berhenti berbicara
Katanya, aku sayang kamu
Kita merebah dibelai rerumput
Kau tersenyum, aku terpejam
Tak ada suara, hati kita melebur
Aku hanya ingin membuat dia tersenyum
Teraduk ke kenangan yang tak ingin menjadi kenangan
Jangan menangis, kata ku. Hanya jika kau menangisi ku
Kalau tidak, aku lebih senang
Mungkin sekarang kau tersenyum, di atas alasan-alasan kita yang dulu
Bersama yang lain.
Seperti dulu ketika kita bermain di percik deburan ombak
Dan berlari memeluk angin
Kau tersenyum, aku tertawa
Lalu terdiam, dan berakhir peluk.
Aku hanya ingin membuat dia tersenyum
Merekah di bawah pepohonan yang bersemi
Di tautan mata yang tak berhenti berbicara
Katanya, aku sayang kamu
Kita merebah dibelai rerumput
Kau tersenyum, aku terpejam
Tak ada suara, hati kita melebur
Aku hanya ingin membuat dia tersenyum
Teraduk ke kenangan yang tak ingin menjadi kenangan
Jangan menangis, kata ku. Hanya jika kau menangisi ku
Kalau tidak, aku lebih senang
Mungkin sekarang kau tersenyum, di atas alasan-alasan kita yang dulu
Bersama yang lain.
Kukira Cinta untuk Bahagia
kukira cinta akan memberikanku kebahagiaan
namun ternyata………
kata lain dari cinta adalah pengorbanan
pengorbanan yang membuatku selalu menahan air mata
dan menahan rasa sakit…….
jika boleh aku meminta pada Tuhan
ku ingin cinta tanpa air mata dan rasa sakit
hingga saat dia tersenyum…….
aku juga bisa tersenyum bahagia
kukira dengan mencintai…….
ku bisa mendapatkan,bukan hanya memberi
hingga saat ku katakan ” AKU MENCINTAIMU ”
aku juga akan mendengar dia mengatakan
” AKU JUGA MENCINTAIMU ”
kata-kata yang tulus keluar dari dalam hatinya
bukan hanya sekedar kata
ingin sekali kukatakan padamu
” Aku Takut Kehilanganmu……
Namun Aku Lebih Takut Jika Kau Berada Disisiku
Hanya berupa Bayang-Bayang Yang Tak Dapat
Untuk KU Sentuh ”
namun ternyata………
kata lain dari cinta adalah pengorbanan
pengorbanan yang membuatku selalu menahan air mata
dan menahan rasa sakit…….
jika boleh aku meminta pada Tuhan
ku ingin cinta tanpa air mata dan rasa sakit
hingga saat dia tersenyum…….
aku juga bisa tersenyum bahagia
kukira dengan mencintai…….
ku bisa mendapatkan,bukan hanya memberi
hingga saat ku katakan ” AKU MENCINTAIMU ”
aku juga akan mendengar dia mengatakan
” AKU JUGA MENCINTAIMU ”
kata-kata yang tulus keluar dari dalam hatinya
bukan hanya sekedar kata
ingin sekali kukatakan padamu
” Aku Takut Kehilanganmu……
Namun Aku Lebih Takut Jika Kau Berada Disisiku
Hanya berupa Bayang-Bayang Yang Tak Dapat
Untuk KU Sentuh ”
Disini Ada Rindu
belaian angin membuatku ingin membelakanginya
ia berderai-derai dibalik lembutnya sapaan
jika kau ada disini
kau akan mengerti
betapa jiwa ini telah dikuasai cinta
betapa hati ini telah dipenuhi rindu
aku bahkan tak tahu
apakah rasa ini menyiksaku
atau justru membuatku ingin selalu merasakanya
oh wahai pemilik hati
seandainya kau mengerti
telah lelah ku menanti wajahmu
telah pudar pesona alam
hanya dengan kerlingan matamu
bening sungguh
bidadari pun rela untuk merasakan cemburu
setelah mereka menghiasi lelap tidurmu
sungguh
betapa mata ini terasa berat
hati ini merasa gundah
jiwa ini pun tak hanya terbelenggu
jika sehari saja
ku tak membayangkan wajahmu
karena hanya hal itulah
yang selalu menemaniku
di sela-sela penantianku
padamu...
ia berderai-derai dibalik lembutnya sapaan
jika kau ada disini
kau akan mengerti
betapa jiwa ini telah dikuasai cinta
betapa hati ini telah dipenuhi rindu
aku bahkan tak tahu
apakah rasa ini menyiksaku
atau justru membuatku ingin selalu merasakanya
oh wahai pemilik hati
seandainya kau mengerti
telah lelah ku menanti wajahmu
telah pudar pesona alam
hanya dengan kerlingan matamu
bening sungguh
bidadari pun rela untuk merasakan cemburu
setelah mereka menghiasi lelap tidurmu
sungguh
betapa mata ini terasa berat
hati ini merasa gundah
jiwa ini pun tak hanya terbelenggu
jika sehari saja
ku tak membayangkan wajahmu
karena hanya hal itulah
yang selalu menemaniku
di sela-sela penantianku
padamu...
Rindu Tapi Benci
Rindu aku senang hadirmu
Rindu aku benci hadir mu
Rindu aku ingin kau disini
Rindu aku ingin kau pergi
Aku merindukannya
Aku merindukan canda-tawanya
Aku merindukan semua tentangnya
Aku ingin dia disini tuk menemani rindu ku untuknya
Rindu mengapa kau hadir ?
Rindu apa kau tahu
Keajaiban jika dia kembali hadir
Aku membencinya namun ku ingin dia disini untuk rindu ku
Aku ingin kau pergi rindu
Karena ku tahu
Dia tak merindukan ku
Aku ingin kau pergi
Karena ku mengerti
Dia tak akan membutuhkan ku lagi
Rindu aku benci hadir mu
Rindu aku ingin kau disini
Rindu aku ingin kau pergi
Aku merindukannya
Aku merindukan canda-tawanya
Aku merindukan semua tentangnya
Aku ingin dia disini tuk menemani rindu ku untuknya
Rindu mengapa kau hadir ?
Rindu apa kau tahu
Keajaiban jika dia kembali hadir
Aku membencinya namun ku ingin dia disini untuk rindu ku
Aku ingin kau pergi rindu
Karena ku tahu
Dia tak merindukan ku
Aku ingin kau pergi
Karena ku mengerti
Dia tak akan membutuhkan ku lagi
Sepi
aku tau ini tak lazim lagi untukku juga kau
tapi aku tak bisa menyembunyikam rasa ini..
bertahun-tahun ku simpan rasa ini
rasa sayang dan rasa cinta ini tak lekang oleh waktu
semakin terpatri bayangan wajahmu dihatiku..
senyummu..
belaian tangan..
dan tatapan matamu yg selalu lewat melintasi mataku
aku tau ini hanya halusinasiku
dan tak mungkin menjadi kenyataan
bila Tuhan berkata lain
bila Tuhan mengijinkan kita bersatu
entahlah..
semakin jauh aku menerawang
semakin menggila rasa ini
aku tau ini salah
aku tau ini tidak mungkin
tapi aku tak bisa menyembunyikam rasa ini..
bertahun-tahun ku simpan rasa ini
rasa sayang dan rasa cinta ini tak lekang oleh waktu
semakin terpatri bayangan wajahmu dihatiku..
senyummu..
belaian tangan..
dan tatapan matamu yg selalu lewat melintasi mataku
aku tau ini hanya halusinasiku
dan tak mungkin menjadi kenyataan
bila Tuhan berkata lain
bila Tuhan mengijinkan kita bersatu
entahlah..
semakin jauh aku menerawang
semakin menggila rasa ini
aku tau ini salah
aku tau ini tidak mungkin
Perpisahan
Dulu kita saling mengerti
Dulu kita saling memberi
Seiring waktu kita jalani
Ada perbedaan yang tak kita sadari
Mungkin kita tak lagi sejalan
Mungkin juga ada orang ketiga
Itu semua tak lagi jadi alasan
Karna memang kita tak lagi cinta
Bukan maksutku lukai hatimu
Bukan inginku menyakitimu
Kuyakin ini jalan terbaik
Walau kita tak lagi bersama
Kuharap setelah keadaan ini
Kita bisa saling mengerti
Mungkin dengan status berbeda
Status teman seperti yang dulu kita bina
Trimakasih telah mengisi hari-hariku
Trimakasih kau pernah singgah di hatiku
Kisah kita takkan pernah terlupa
Kan ku kenang sampai akhir masa
Dulu kita saling memberi
Seiring waktu kita jalani
Ada perbedaan yang tak kita sadari
Mungkin kita tak lagi sejalan
Mungkin juga ada orang ketiga
Itu semua tak lagi jadi alasan
Karna memang kita tak lagi cinta
Bukan maksutku lukai hatimu
Bukan inginku menyakitimu
Kuyakin ini jalan terbaik
Walau kita tak lagi bersama
Kuharap setelah keadaan ini
Kita bisa saling mengerti
Mungkin dengan status berbeda
Status teman seperti yang dulu kita bina
Trimakasih telah mengisi hari-hariku
Trimakasih kau pernah singgah di hatiku
Kisah kita takkan pernah terlupa
Kan ku kenang sampai akhir masa
Mengertilah Rasa Cinta Ini
Berlalu berjalanya waktu
Hembusan angin kurasakan
Berilah harap pada hati ini
Untuk berlari mengejarmu
Tak mau berhenti hati ini meminta
Karen hati ini masih mengharap cintamu
Jika waktu yg berputar tak kembali
ku ingin kau tidak sia”kan cintaku ini
Hanya kamu yg aku cintai
Cuma dirimu dan cintamu yg aku harap
Mengertilah semua ini
Aku mohon balas rasa ini
Cinta,,,
Aku lah yg terbaik buat kmu
Dari sekian banyak orang yg mencintaimu
Yakinlah,,, hanya aku yg pantas buat kmu
ku mohon,,,,
Jika kamu mengerti
Balas rasa ini sambut cinta ini
Hembusan angin kurasakan
Berilah harap pada hati ini
Untuk berlari mengejarmu
Tak mau berhenti hati ini meminta
Karen hati ini masih mengharap cintamu
Jika waktu yg berputar tak kembali
ku ingin kau tidak sia”kan cintaku ini
Hanya kamu yg aku cintai
Cuma dirimu dan cintamu yg aku harap
Mengertilah semua ini
Aku mohon balas rasa ini
Cinta,,,
Aku lah yg terbaik buat kmu
Dari sekian banyak orang yg mencintaimu
Yakinlah,,, hanya aku yg pantas buat kmu
ku mohon,,,,
Jika kamu mengerti
Balas rasa ini sambut cinta ini
Langganan:
Postingan (Atom)