Waroeng Kampoeng Ilmu
Tetesan hujan tidak menyurutkan
langkah kaki anak anak bermain, meskipun hujan turun dengan derasnya, terkadang
ada petir yang menggelegar, tidak membuat anak anak ini pada takut. Hal ini
malah membuat anak anak semakin larut dalam permainan dengan sesama teman
sepermainannya. Sedangkan di dekatnya banyak orang yang berteduh untuk
menghindari hujan. Inilah salah satu pemandangan yang ada di salah satu kota di
Indonesia, yaitu
Surabaya. Surabaya selain
terkenal dengan wisata kuliner yang sangat khas seperti lontong kupang, rujak
cingur dan tahu campur, kota Surabaya juga memiliki wisata khusus yang terkenal
di bidang pendidikan yaitu Kampung Ilmu.
Lokasi Kampung ilmu ada pusat
kota Surabaya yaitu di jalan Semarang yang masuk ke dalam kecamatan Bubutan dan
tidak jauh Stasiun Kereta Api Pasar Turi.Kampung Ilmu didirikan oleh
peguyuban pedagang kaki lima (PKL) yang terdiri dari penjual buku-buku bekas di
kawasan tersebut pada tanggal 09 April, 2008.
Pada masa itu Pemkot
Surabaya sedang giat melakukan razia dan melakukan penggusuran pedagang kaki
lima di banyak lokasi di kota Surabaya, termasuk dengan para PKL jl
Semarang.Sebelumnya kawasan jl Semarang memang sudah terkenal sebagai pusat
penjualan buku-buku bekas yang berjualan di sepanjang jalan jl Semarang sebelum
akhirnya direlokasi ke lahan tidur milik dinas PU.
Sekarang, Waroeng Kampung Ilmu
mempunyai banyak hal baru baru yang di hadirkan oleh dinas PU. Akan tetapi
sayangnya banyak hal yang tidak terawat. Ini sungguh sangat disayangkan. Ibu
Walikota Surabaya Tri Rismaharini sedang mencanangkan kota surabaya kota
percontohan dalam gemar membaca, yaitu beliau banyak menempat perupustakaan di
setiap taman taman, agar memudahkan para warga untuk membaca buku. Akan tetapi
keadaan ini jauh berpaling dengan tempat penjualan buku murahnya, yang tidak
terawat.
Padepokan
Seni Budaya dan Kampoeng Ilmu
Kampoeng Ilmu, bukan hanya sekedar
tempat untuk jual beli buku. Di tempat ini juga terdapat Padepokan Seni Budaya.
Padepokan Seni Budaya ini berdiri 7 Oktober 2013,
di bawah asuhan Wardani musban ali, seorang seniman asal surabaya yang bertempat tinggal
di sekitar jalan semarang ini telah menampung para siswa yang ingin belajar
sekitar 2235 orang, yang pada tanggal 22 November 2015, mendapatkan museum
Rekor Dunia Indonesia dengan Tari Remong. Siswa siswanya pun banyak di sekolah
sekolah yang ada di Surabaya, untuk biyaya tari pun Free, tidak di pungut
biyaya apapun.
Waroeng Kampung Ilmu tempat kumpul Komunitas
Waroeng
kampung ilmu di tengah tengahnya juga terdapat Warkop ( Warung Kopi ), Warung
Kopi ini. Para PKL di Kampoeng ilmu biasanya
menyelenggarakan berbagai acara sosial kemasyarakatan seperti memperingati hari
pendidikan nasional, hari anak nasional, advokasi kesehatan, kegiatan bakti
sosial, diskusi dan bedah buku, hingga Hermawan Kartajaya yang merupakan
ahli marketing terkenal pernah mengadakan seminar gratis di Kampoeng Ilmu.
Hingga sekarang tempat ini biasanya
dijadikan tempat untuk bersantai, mahasiswa berkumpul, diskusi, dan tempat
berkumpulnya berbagai komunitas seperti Surabaya
Gemstone Community dan
juga Hacking pendaki Gunung.
Diharapkan Kampung Ilmu menjadi
salah satu tempat wisata pendidikan yang bisa memberikan banyak manfaat, sesuai
dengan namanya

Sejarah
Kampoeng Ilmu
Kampoeng Ilmu kita ketahui
merupakan, sebuah kampung yang berbasis bertjuan untuk jualan buku bekas di kota Surabaya. Dengan
jumlah pedagang dan buku yang masih sedikit dan itupun hanya menjual majalah
bekas, lalu pada tahun 1982 kedelapan stand generasi pertama harus pindah
tempat ke area pasar Blauran karena pada saat itu dikejar-kejar aparat keamanan
dengan alasan penertiban dan merusak keindahan kota Surabaya.
Kemudian pada tahun 1990 lahir
generasi kedua yang terdiri dari pedagang buku yang mengambil posisi di lokasi
sebelumnya.Generasi kedua ini mampu bertahan sampai pada tahun 1998, yang pada
akhirnya juga pindah tempat dan bergabung dengan para pedagang buku lain di
Pasar Blauran.
Pada tahun 1999 dimana Indonesia
memasuki masa krisis moneter, di lokasi yang lama telah lahir generasi ketiga
dan mampu bertahan hingga sekarang. Dengan
demikian pada pedagang buku di kawasan ini bisa dibedakan menjadi 2 golongan
yaitu para pedagang yang memiliki stand toko dan para pedagang yang berjualan
kaki lima yang berjualan di pinggir jalan jl Semarang.
Di era generasi ketiga inilah lahir
Serikat Pedagang Kaki Lima Bubutan Surabaya (SPKLB-Surabaya) yang merupakan
paguyuban yang mewadahi para pedagang di kawasan tersebut.Serikat Pedagang Kaki
Lima Bubutan Surabaya inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal
lahirnya Kampoeng Ilmu.
Alasan kenapa tempat ini dinamakan
Kampoeng Ilmu adalah karena para pedagang di tempat ini hanya menjual berbagai
buku yang terdiri dari buku umum, buku baru, buku bekas, buku sekolah, majalah,
dan komik.Karena buku merupakan guru dan sarana yang setia dalam memberikan
ilmu dan pengetahuan maka kawasan ini dinamakan Kampoeng Ilmu, yaitu kampung
yang penuh ilmu, penuh buku.
Kawasan ini identik dengan penjual
buku bekas, padahal ada sebagian pedagang yang menjual buku umum ataupun buku
sekolah yang merupakan keluaran terbaru.Bangunan yang ada di kawasan Kampoeng
Ilmu merupakan hasil swadaya yang dilakukan oleh para penghuni Kampoeng Ilmoe
yang ditambah dengan donasi dari pihak yang merasa peduli dengan eksistensi
pedagang kaki lima buku bekas, seperti pembangunan taman, pendapa, pemerataan
lahan untuk jualan, toilet, musholla dan kolam renang anak.
Tulisan di atas merupakan, Branding
yang saya lakukan yang telah saya upload di Blog dan juga saya coba tulis dan
kirimkan ke beberpa koran dan majalah. Semoga dalam waktu dekat bisa terbit di
surya ataupun majalah majalah pendidikan surabaya ataupun kominfo. Optimis
tembus karna sekarang sebentar lagi memasuki liburan.
MEDIA
SOSIAL INSTAGRAM.
Untuk memperluas
informasi mengenai kampung ilmu yang di terletak di Surabaya tepatnya di jl.
Semarang no.55 kota Surabaya Jawa Timur kami menggunakan media sosial yaitu
Intagram, karena sosial media Instagram kini banyak lagi banyaknya terlirik
oleh kalangan masyarakat. Oleh karena itu Instagram salah menjadi salah satu
progres untuk memperluas dan memperkenalkan pada masyarakat mengenai kampung
ilmu ini. Nama kampung ilmu yang ada di surabaya pada sosial media Instagram
hanya satu akun yaitu kami yang membuat, karena kurangnya masyarakat yang
melirik apa sih kampung ilmu itu, maka dari itu tebentuknya pemikiran membuat
akun sosial di Instagram
Peneliti membuat akun
Instagram ini bernama @kampungilmu55 tanggal 11 desember 2016, kini pada
Instagram kami pada 20 desember 2016 memiliki 13 posting foto, 61 follower dan
366 follow. 13 posting foto tersebut kami posting mengenai apa yang ada pada
kampung ilmu tersebut, mulai dari orang berjualan buku, aktifitas asli penghuni
kampung ilmu, kegiatan seni budaya, sementara hanya itu yang kami bisa
memperluas informasi mengenai atau memperberi tau apa yang ada dalam kampung
ilmu ini.



Tujuan kami meposting foto mengenai orang
berjualan buku tersebut karena pada dasarnya kampung ilmu ini memang berawal
banyaknya para bedagang yang menjual buku-buku dengan harga relatif murah.
Toko-toko buku pada kampung ilmu ini termasuk penjualan buku yang lengkap,
segala buku disana hampir ada, mulai dari buku novel, majalah, komik,
pendidikan mulai dari belajar membaca, buku menggambar, pendidikan sekolah,
buku latihan UN Sekolah Dasar (SD), pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Buku latihan UN SMP, pendidikan Sekolah Menengah Atas, buku latihan UN SMA,
tidak hanya itu buku pengerang terkenal pun juga ada, banyak buku yang di
perjual belikan. Memposting kegiatan jual-beli buku bertujuan untuk
meningkatkan sumber ekonomi warga kampung ilmu ini. Para pedagang buku belum
pernah melakukan iklan melalui sosial media, maka dari itu memposting foto di
Instagram mengenai jual beli ini merupakan salah satu wujud iklan sosial media
guna mendongkrak kelancaran perdagangan kampung ilmu.





Postingan selanjutnya mengenai aktifitas
penghuni kampung ilmu,kampung ilmu ini memiliki tempat yang asri untuk di
kunjungi, kampung ilmu ini dikelilingi banyak pohon yang membuat udaranya
sejuk, banyak anak kecil yang sedang bermain dengan teman sebaya, di tempat
kampung ilmu terdapat warung atau sebutan kerennya warkop (warung kopi) pada
warkop tersebut banyak orang untuk makan maupun selain itu ada dibuat tempat
nongkrong masyarakat dan tempat berkumpulnya organisasi untuk berdiskusi, salah
satu bukti komentar dari@mielidilucky_surabaya sering melakukan nongkrong di
kampung ilmu dan bergotong royang disana, bangunan dan spot view yang bagus ini
pernah juga digunakan sesi hunting foto model foto tersebut, salah satu foto
posting foto dari fotografer @Deddy_Hudanto melakukan sesi hunting foto dan
menandai tempat kampung ilmu ini dengan @kampungilmu55, kampung ilmu juga memberikan lahan yang cukup
luas bertujuan agar para masyarakat berkunjung tidak resah atas memparkir
kendaraannya dan tentunya ada yang menjaga tempat parkir tersebut. Warga
kampung ilmu sangat ramah, hal ini membuat para pengunjung menjadi lebih nyaman
dan santai untuk melakukan aktifitasnya.



Selanjutnya tujuan memposting kegiatan
seni budaya yang ada pada kampung ilmu ini, tidak semua orang atau masyarakat
surabaya mengetahui bahwa di kampung ilmu ini terdapat sanggar seni tari yaitu
tarian Remo, sanggar ini memiliki rekor muri Indonesia mengenai melakukan
tarian Remo peserta terbanyak sehingga mendapat pengahargaan tersebut.pendiri sanggar
tari ini melakukan promosi melalui orang-orang sekitar istilah jawanya getok
tular, Tujuan memposting kegiatan seni budaya ini di sosial instagram agar
sanggar tari ini bisa lebih dikenal masyarakat Indonesia lebih luas terutama di
Surabaya dan memperkenalkan serta memperluas mengenai sanggar tari ini . Selain
itu bertujuan untuk melestarikan seni tari ini bahwa seni tai Remo ini masih
berjalan dan tidak mempunah sperti tari-tarian lainnya,
Berdasarkan hasil publikasi melalui media di sosial
media, baik itu Whatsapp, BBM, Line Facebook, Instagram, menunjukkan
ketertarikan minat terhadap Seni tari Remo yang berasal dan sekarang berada di Warung Kampung Ilmu surabaya yang
beralamatkan di Jl. Semarang, Surabaya. Sejumlah pagelaran seni tari di
masyarakat surabaya, awalnya tidak mengira bahwa ada pagelaran seni di
Surabaya. Jalan Semarang menurut pandangan mereka yaitu tempat untuk mencari
dan menjual buku-buku bekas/ buku-buku yang sudah tak terpakai lagi.
Publikasi Lewat Line, WA dan Facebook

Alhamdulillah
ketika publikasi melalui media adanya peningkatan baik itu ketertarikan dan
menambah minat mereka. Hal itu dibuktikan ketika mengirim broadcast di Whats App, banyak teman-teman antusias
membalas pesan kami. Salah satunya Shela. “Mas, saya kok baru tahu ya di Jl.
Semarang ada pagelaran seni ? Aku suka banget sama yang namanya seni. Aku
pingin kesana”. Ujar shela. Selain Shela ada juga Riski Pradana, dia
merukapakan anggota grup Fotografi UNAIR (Universitas Airlangga). “Mas hafid,
pagealaran seninya itu gratis ya ? Aku pingin lihat pertunjukan seninya
sekalian mau ambil objek foto disana. Seni tarinya show jam brapa yah mas ?”
Ujar Riski Pradana. Sebenarnya masih banyak lagi yang respon di media sosialWhats App. Selain melalui media Sosial Whats App lagi yang dari Facebook,
yaitu Nuning Dwi Astuti, Ia mengomentari kiriman yang saya post di Facebook. “ Mas, Saya sudah ibu-ibu.
Umur saya 35 tahun mas. Saya ingin sekali bisa menari. Karena hobi saya menari,
tetapi malu untuk ikut latihan. Apa boleh saya umur segini ikut latihan mas?
Ibu Nuning, Rski Praadana, dan Shela merupakan salah
satu contoh bahwa ketika kami broadsat pesan tersebut banyak yang respon baik
itu laki-laki, perempuan, mahasiswa, ibu-ibu dan lainya mereka sangat antusias
terhadap pagelaran seni yang berada di Jl. Semarang Surabaya. Dengan melalui
media sosial, bentuk promosinya yaitu tertulis dan ditampilkan beupa gambar-gambar mengenai kegiatan yang
berlangsung di Warung Kampung Ilmu Surabaya
Yuk
tunggu apalagi ?
Harapan kedepan dari
Prrocet Branding ini ?
Begitulah
sekilas cara kami dalam membranding Waroeng kampung Ilmu. Meskipun banyak
kekurangan, kami tidak akan menyerah dan akan terus melakukan project Branding Waroeng kampung Ilmu ini.
InsyaAllah selama 6 bulan kedepan akan tetap melakukan. Karna Waroeng kampung
ilmu sangat kurang diperhatikan oleh pemerintah, kolam kolamn rusak, 1 bulan
kemaren bantuan yang diberikan dalam bentuk tanaman juga rusak tidak terawat.
Maka untuk itu seandainya bisa di publikasikan sampai kedengaran bu Risma,
mungkin ada langkah baik yang dilakukan pihak pemko untuk memperbaii Waroeng
kampung ilmu ini bukan hanya sekedar sebagai waroeng kampung ilmu saja tetapi
juga sebagai waroeng kampung ilmu pendidikan
dan wisata seni


