Seruncing mata pena
menyurat nada dalam jiwa
kalam kalam tercurah
menggoreskan satu kesan bernuansa
Kini pada mozaik langit yang membiru
pena mengoyak tirai berambigu
menjadi bulir bulir mutiara
tercurah meluruh di bumi lautan jiwa
Mata pena bersama tinta akan tetap merajai
membasuh luka dan airmata
agar terukir indah daripada tumpul tersusur
mentasbihkan rasa yang tetap erat bersimpul
Kemarin, biarlah berlalu
tak perlu menguak sebuah kenangan
agar langkah kedepan takkan karam tergenang
hingga tergapai pada tepian asa
memintal akan adanya sebuah makna
berjelajah tanpa menamparkan jejak silam
mengemasi tinta aksara kelam
tertujuku mata pena, pada kanvas buram
menyurat nada dalam jiwa
kalam kalam tercurah
menggoreskan satu kesan bernuansa
Kini pada mozaik langit yang membiru
pena mengoyak tirai berambigu
menjadi bulir bulir mutiara
tercurah meluruh di bumi lautan jiwa
Mata pena bersama tinta akan tetap merajai
membasuh luka dan airmata
agar terukir indah daripada tumpul tersusur
mentasbihkan rasa yang tetap erat bersimpul
Kemarin, biarlah berlalu
tak perlu menguak sebuah kenangan
agar langkah kedepan takkan karam tergenang
hingga tergapai pada tepian asa
memintal akan adanya sebuah makna
berjelajah tanpa menamparkan jejak silam
mengemasi tinta aksara kelam
tertujuku mata pena, pada kanvas buram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar