Asap, sebenarnya di lihat dari kasat mata sepele tetapi
apabila di biarkan maka bisa menjadi masalah besar. Hal itulah yang terjadi
sekarang di dunia Indonesia, khususnya untuk yang tinggal di pulau sumatera dan
kalimantan. Asap sekarang menjadi bencana besar, menjadi perbincanan hangat
dimana mana baik dalam negeri maupun negeri seperti Malaysia,Singapura dan
beberapa negara lainnya. Mereka pun sekarang juga merasakan dampaknya.
Sebaran asap akibat
kebakaran hutan dan lahan berdampak besar pada kondisi kesehatan masyarakat
yang terdampak kabut asap. Dari catata Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional
Penanggulangan Bencana menginformasikan Dalam periode 1 Juli hingga 23
Oktober 2015, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mencapai
lebih 503.000 orang di enam provinsi terdampak asap.
Jumlah penderita di masing-masing provinsi adalah 80.263 jiwa di Riau, 129.229 jiwa di Jambi, 101.333 jiwa di Sumatera Selatan, 43.477 jiwa di Kalimantan Barat, 52.142 jiwa di Kalimantan Tengah dan 97.430 jiwa di Kalimantan Selatan. Sementara itu, lebih dari 43 juta jiwa penduduk terpapar oleh asap. Data ini hanya dihitung di Sumatera dan Kalimantan dan dianalisis dari peta sebaran asap dengan peta jumlah penduduk.
Jumlah penderita di masing-masing provinsi adalah 80.263 jiwa di Riau, 129.229 jiwa di Jambi, 101.333 jiwa di Sumatera Selatan, 43.477 jiwa di Kalimantan Barat, 52.142 jiwa di Kalimantan Tengah dan 97.430 jiwa di Kalimantan Selatan. Sementara itu, lebih dari 43 juta jiwa penduduk terpapar oleh asap. Data ini hanya dihitung di Sumatera dan Kalimantan dan dianalisis dari peta sebaran asap dengan peta jumlah penduduk.
Sedangkan dari catatan data di Dinas
Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan diketahui hingga Oktober ini penderita
Ispa sudah mencapai angka 16 ribu orang. Angka ini naik 35 persen dari periode
sebelumnya atau meningkat rata-rata 2 ribu penderita setiap bulannya.
Jumlah penderita Ispa tersebut dikhawatirkan terus melonjak
mengingat kabut asap dikawasan Kalimantan Selatan sudah dalam tahap
membahayakan. Penderita Ispa terbanyak di derita oleh warga yang tinggal di
Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarmasin.
Bahkan kalo kita dari ilmu kedoktoran bakteri dan virus
penyebab Ispa diantaranya bakteri Stafilokokus serta virus influenza di udara
bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernapasan bagian atas yaitu
tenggorokan dan hidung. Gejala Ispa sendiri dikenali dengan flu, batuk, demam
dan suhu tubuh anak meningkat lebih dari 38,5 derajat celsius dan disertai
sesak napas.
Hal ini sangat membahayakan bagi anak anak balita karna
sudah ada beberapa anak balita yang meninggal terkena dampak asap, yang terbaru
balita berumur 1,5 tahun meninggal. Ini adalah tantangan bagi kita semua, bukan
hanya tantangan bagi pemerintah tetapi kita juga. Apabila yang bergerak
mengatasi masalah Cuma pemerintah percuma saja. Harus adanya kerjasamanya semua
pihak baik yang menangani dan yang mencegah.
Bekerjanya pun jangan sendiri sendiri kita harus kompak, jangan saling
menyalahkan. Masalah ancaman ini seharusnya membuat kita sadar apa yang kita
perbuat ke bumi maka kita sendiri yang akan menanggung masalah ini juga.
Seperti yang dilakukan para mahasiswa dan masyarakat yang
peduli dengan lingkungan turut tangan membantu permasalahan ini. Mahasiswa
diberbagai daerah bahkan provensipun turun tangan dengan mengadakan bakti
sosial, meminta sumbangan dana. Aksi aksi sosial pun terjadi seluruh Indonesia
termasuk Surabaya, berbagai ikatan ikatan Mahasiswa dari Kalimantan mereka
turun ke jalan melakukan aksi di Care Free Day. Pemerintah juga sudah terus
berusaha membantu mengatasi masalah ini, sekarang tergantung kita saja, kalo
bukan kita siapa lagi.
Asap sendiri bukan hal yang baru untuk dunia kita. Pada
tahun tahun sebelumnya Indonesiapun juga mengalami kabut asap. Setelah musim
panen biasanya para petani membakar ladangnya, yang di lakukan pun bukan
sedikit tapi berhektar hektar. Di tambah pula dengan ada sebagian orang yang
tidak bertanggung jawab membakar hutan membuat kondisi udara semakin lembab dan
parah. Yang jadi pertanyaan apakah mereka sadar dampak yang akan mereka
dapatkan seperti sekarang ?
Seharusnya pemerintah juga selesai masalah asap nanti
harus belajar dari pengalaman ini jangan sampai kejadian ini kembali terulang
untuk tahun depan. Pemerintah harus mengantisipasi dengan memberlakukan
peraturan peraturan baru serta juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat
yang tinggalnyan dekat hutanataupun juga petani mengenai cara yang baik
membersihkan tanaman yang tersisa setelah panen. Caranya tidak harus membakar
tetapi dengan cara lain. Pemerintah harus juga memberikan trik trik kepada
masyakat tentang bagaimana cara tebaik untuk memendamkan api yang membakar
lahan atau hutan baik yang sedikit ataupun yang banyak. Lebih baik di cegah
sebelum terlambat. Karna asap ini sudah mencoreng nama baik Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar