Sabtu, 31 Desember 2016

waroeng kampung ilmu surabaya



Waroeng Kampoeng Ilmu

Tetesan hujan tidak menyurutkan langkah kaki anak anak bermain, meskipun hujan turun dengan derasnya, terkadang ada petir yang menggelegar, tidak membuat anak anak ini pada takut. Hal ini malah membuat anak anak semakin larut dalam permainan dengan sesama teman sepermainannya. Sedangkan di dekatnya banyak orang yang berteduh untuk menghindari hujan. Inilah salah satu pemandangan yang ada di salah satu kota di Indonesia, yaitu  
Surabaya. Surabaya selain terkenal dengan wisata kuliner yang sangat khas seperti lontong kupang, rujak cingur dan tahu campur, kota Surabaya juga memiliki wisata khusus yang terkenal di bidang pendidikan yaitu Kampung Ilmu.
Lokasi Kampung ilmu ada pusat kota Surabaya yaitu di jalan Semarang yang masuk ke dalam kecamatan Bubutan dan tidak jauh Stasiun Kereta Api Pasar Turi.Kampung Ilmu didirikan oleh peguyuban pedagang kaki lima (PKL) yang terdiri dari penjual buku-buku bekas di kawasan tersebut pada tanggal 09 April, 2008.
Pada masa itu Pemkot Surabaya sedang giat melakukan razia dan melakukan penggusuran pedagang kaki lima di banyak lokasi di kota Surabaya, termasuk dengan para PKL jl Semarang.Sebelumnya kawasan jl Semarang memang sudah terkenal sebagai pusat penjualan buku-buku bekas yang berjualan di sepanjang jalan jl Semarang sebelum akhirnya direlokasi ke lahan tidur milik dinas PU.
Sekarang, Waroeng Kampung Ilmu mempunyai banyak hal baru baru yang di hadirkan oleh dinas PU. Akan tetapi sayangnya banyak hal yang tidak terawat. Ini sungguh sangat disayangkan. Ibu Walikota Surabaya Tri Rismaharini sedang mencanangkan kota surabaya kota percontohan dalam gemar membaca, yaitu beliau banyak menempat perupustakaan di setiap taman taman, agar memudahkan para warga untuk membaca buku. Akan tetapi keadaan ini jauh berpaling dengan tempat penjualan buku murahnya, yang tidak terawat.


Padepokan Seni Budaya dan Kampoeng Ilmu
Kampoeng Ilmu,  bukan hanya sekedar tempat untuk jual beli buku. Di tempat ini juga terdapat Padepokan Seni Budaya.
Padepokan Seni Budaya ini berdiri 7 Oktober 2013, di bawah asuhan Wardani musban ali, seorang seniman asal surabaya yang bertempat tinggal di sekitar jalan semarang ini telah menampung para siswa yang ingin belajar sekitar 2235 orang, yang pada tanggal 22 November 2015, mendapatkan museum Rekor Dunia Indonesia dengan Tari Remong. Siswa siswanya pun banyak di sekolah sekolah yang ada di Surabaya, untuk biyaya tari pun Free, tidak di pungut biyaya apapun. 


Waroeng Kampung Ilmu tempat kumpul Komunitas
Waroeng kampung ilmu  di tengah tengahnya  juga terdapat Warkop ( Warung Kopi ), Warung Kopi ini. Para PKL di Kampoeng ilmu biasanya menyelenggarakan berbagai acara sosial kemasyarakatan seperti memperingati hari pendidikan nasional, hari anak nasional, advokasi kesehatan, kegiatan bakti sosial, diskusi dan bedah buku, hingga Hermawan Kartajaya yang merupakan ahli marketing terkenal pernah mengadakan seminar gratis di Kampoeng Ilmu.
Hingga sekarang tempat ini biasanya dijadikan tempat untuk bersantai, mahasiswa berkumpul, diskusi, dan tempat berkumpulnya berbagai komunitas seperti Surabaya Gemstone Community dan juga Hacking pendaki Gunung.
Diharapkan Kampung Ilmu menjadi salah satu tempat wisata pendidikan yang bisa memberikan banyak manfaat, sesuai dengan namanya

_0626.jpg

Sejarah Kampoeng Ilmu
Kampoeng Ilmu kita ketahui merupakan, sebuah kampung yang berbasis bertjuan  untuk jualan buku bekas di kota Surabaya. Dengan jumlah pedagang dan buku yang masih sedikit dan itupun hanya menjual majalah bekas, lalu pada tahun 1982 kedelapan stand generasi pertama harus pindah tempat ke area pasar Blauran karena pada saat itu dikejar-kejar aparat keamanan dengan alasan penertiban dan merusak keindahan kota Surabaya.
Kemudian pada tahun 1990 lahir generasi kedua yang terdiri dari pedagang buku yang mengambil posisi di lokasi sebelumnya.Generasi kedua ini mampu bertahan sampai pada tahun 1998, yang pada akhirnya juga pindah tempat dan bergabung dengan para pedagang buku lain di Pasar Blauran.
Pada tahun 1999 dimana Indonesia memasuki masa krisis moneter, di lokasi yang lama telah lahir generasi ketiga dan mampu bertahan hingga sekarang. Dengan demikian pada pedagang buku di kawasan ini bisa dibedakan menjadi 2 golongan yaitu para pedagang yang memiliki stand toko dan para pedagang yang berjualan kaki lima yang berjualan di pinggir jalan jl Semarang.
Di era generasi ketiga inilah lahir Serikat Pedagang Kaki Lima Bubutan Surabaya (SPKLB-Surabaya) yang merupakan paguyuban yang mewadahi para pedagang di kawasan tersebut.Serikat Pedagang Kaki Lima Bubutan Surabaya inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal lahirnya Kampoeng Ilmu.
Alasan kenapa tempat ini dinamakan Kampoeng Ilmu adalah karena para pedagang di tempat ini hanya menjual berbagai buku yang terdiri dari buku umum, buku baru, buku bekas, buku sekolah, majalah, dan komik.Karena buku merupakan guru dan sarana yang setia dalam memberikan ilmu dan pengetahuan maka kawasan ini dinamakan Kampoeng Ilmu, yaitu kampung yang penuh ilmu, penuh buku.
Kawasan ini identik dengan penjual buku bekas, padahal ada sebagian pedagang yang menjual buku umum ataupun buku sekolah yang merupakan keluaran terbaru.Bangunan yang ada di kawasan Kampoeng Ilmu merupakan hasil swadaya yang dilakukan oleh para penghuni Kampoeng Ilmoe yang ditambah dengan donasi dari pihak yang merasa peduli dengan eksistensi pedagang kaki lima buku bekas, seperti pembangunan taman, pendapa, pemerataan lahan untuk jualan, toilet, musholla dan kolam renang anak.
Tulisan di atas merupakan, Branding yang saya lakukan yang telah saya upload di Blog dan juga saya coba tulis dan kirimkan ke beberpa koran dan majalah. Semoga dalam waktu dekat bisa terbit di surya ataupun majalah majalah pendidikan surabaya ataupun kominfo. Optimis tembus karna sekarang sebentar lagi memasuki liburan.

MEDIA SOSIAL INSTAGRAM.
Untuk memperluas informasi mengenai kampung ilmu yang di terletak di Surabaya tepatnya di jl. Semarang no.55 kota Surabaya Jawa Timur kami menggunakan media sosial yaitu Intagram, karena sosial media Instagram kini banyak lagi banyaknya terlirik oleh kalangan masyarakat. Oleh karena itu Instagram salah menjadi salah satu progres untuk memperluas dan memperkenalkan pada masyarakat mengenai kampung ilmu ini. Nama kampung ilmu yang ada di surabaya pada sosial media Instagram hanya satu akun yaitu kami yang membuat, karena kurangnya masyarakat yang melirik apa sih kampung ilmu itu, maka dari itu tebentuknya pemikiran membuat akun sosial di Instagram
Peneliti membuat akun Instagram ini bernama @kampungilmu55 tanggal 11 desember 2016, kini pada Instagram kami pada 20 desember 2016 memiliki 13 posting foto, 61 follower dan 366 follow. 13 posting foto tersebut kami posting mengenai apa yang ada pada kampung ilmu tersebut, mulai dari orang berjualan buku, aktifitas asli penghuni kampung ilmu, kegiatan seni budaya, sementara hanya itu yang kami bisa memperluas informasi mengenai atau memperberi tau apa yang ada dalam kampung ilmu ini.
 Tujuan kami meposting foto mengenai orang berjualan buku tersebut karena pada dasarnya kampung ilmu ini memang berawal banyaknya para bedagang yang menjual buku-buku dengan harga relatif murah. Toko-toko buku pada kampung ilmu ini termasuk penjualan buku yang lengkap, segala buku disana hampir ada, mulai dari buku novel, majalah, komik, pendidikan mulai dari belajar membaca, buku menggambar, pendidikan sekolah, buku latihan UN Sekolah Dasar (SD), pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Buku latihan UN SMP, pendidikan Sekolah Menengah Atas, buku latihan UN SMA, tidak hanya itu buku pengerang terkenal pun juga ada, banyak buku yang di perjual belikan. Memposting kegiatan jual-beli buku bertujuan untuk meningkatkan sumber ekonomi warga kampung ilmu ini. Para pedagang buku belum pernah melakukan iklan melalui sosial media, maka dari itu memposting foto di Instagram mengenai jual beli ini merupakan salah satu wujud iklan sosial media guna mendongkrak kelancaran perdagangan kampung ilmu.

 Postingan selanjutnya mengenai aktifitas penghuni kampung ilmu,kampung ilmu ini memiliki tempat yang asri untuk di kunjungi, kampung ilmu ini dikelilingi banyak pohon yang membuat udaranya sejuk, banyak anak kecil yang sedang bermain dengan teman sebaya, di tempat kampung ilmu terdapat warung atau sebutan kerennya warkop (warung kopi) pada warkop tersebut banyak orang untuk makan maupun selain itu ada dibuat tempat nongkrong masyarakat dan tempat berkumpulnya organisasi untuk berdiskusi, salah satu bukti komentar dari@mielidilucky_surabaya sering melakukan nongkrong di kampung ilmu dan bergotong royang disana, bangunan dan spot view yang bagus ini pernah juga digunakan sesi hunting foto model foto tersebut, salah satu foto posting foto dari fotografer @Deddy_Hudanto melakukan sesi hunting foto dan menandai tempat kampung ilmu ini dengan @kampungilmu55,  kampung ilmu juga memberikan lahan yang cukup luas bertujuan agar para masyarakat berkunjung tidak resah atas memparkir kendaraannya dan tentunya ada yang menjaga tempat parkir tersebut. Warga kampung ilmu sangat ramah, hal ini membuat para pengunjung menjadi lebih nyaman dan santai untuk melakukan aktifitasnya.
Selanjutnya tujuan memposting kegiatan seni budaya yang ada pada kampung ilmu ini, tidak semua orang atau masyarakat surabaya mengetahui bahwa di kampung ilmu ini terdapat sanggar seni tari yaitu tarian Remo, sanggar ini memiliki rekor muri Indonesia mengenai melakukan tarian Remo peserta terbanyak sehingga mendapat pengahargaan tersebut.pendiri sanggar tari ini melakukan promosi melalui orang-orang sekitar istilah jawanya getok tular, Tujuan memposting kegiatan seni budaya ini di sosial instagram agar sanggar tari ini bisa lebih dikenal masyarakat Indonesia lebih luas terutama di Surabaya dan memperkenalkan serta memperluas mengenai sanggar tari ini . Selain itu bertujuan untuk melestarikan seni tari ini bahwa seni tai Remo ini masih berjalan dan tidak mempunah sperti tari-tarian lainnya,



Berdasarkan hasil publikasi melalui media di sosial media, baik itu Whatsapp, BBM, Line Facebook, Instagram, menunjukkan ketertarikan minat terhadap Seni tari Remo yang berasal dan sekarang  berada di Warung Kampung Ilmu surabaya yang beralamatkan di Jl. Semarang, Surabaya. Sejumlah pagelaran seni tari di masyarakat surabaya, awalnya tidak mengira bahwa ada pagelaran seni di Surabaya. Jalan Semarang menurut pandangan mereka yaitu tempat untuk mencari dan menjual buku-buku bekas/ buku-buku yang sudah tak terpakai lagi.

Publikasi Lewat Line, WA dan Facebook
IMG-20161220-WA0005.jpgIMG-20161220-WA0006.jpgAlhamdulillah ketika publikasi melalui media adanya peningkatan baik itu ketertarikan dan menambah minat mereka. Hal itu dibuktikan ketika mengirim broadcast di Whats App, banyak teman-teman antusias membalas pesan kami. Salah satunya Shela. “Mas, saya kok baru tahu ya di Jl. Semarang ada pagelaran seni ? Aku suka banget sama yang namanya seni. Aku pingin kesana”. Ujar shela. Selain Shela ada juga Riski Pradana, dia merukapakan anggota grup Fotografi UNAIR (Universitas Airlangga). “Mas hafid, pagealaran seninya itu gratis ya ? Aku pingin lihat pertunjukan seninya sekalian mau ambil objek foto disana. Seni tarinya show jam brapa yah mas ?” Ujar Riski Pradana. Sebenarnya masih banyak lagi yang respon di media sosialWhats App. Selain melalui media Sosial Whats App lagi yang dari  Facebook, yaitu Nuning Dwi Astuti, Ia mengomentari kiriman yang saya post di Facebook. “ Mas, Saya sudah ibu-ibu. Umur saya 35 tahun mas. Saya ingin sekali bisa menari. Karena hobi saya menari, tetapi malu untuk ikut latihan. Apa boleh saya umur segini ikut latihan mas?
Ibu Nuning, Rski Praadana, dan Shela merupakan salah satu contoh bahwa ketika kami broadsat pesan tersebut banyak yang respon baik itu laki-laki, perempuan, mahasiswa, ibu-ibu dan lainya mereka sangat antusias terhadap pagelaran seni yang berada di Jl. Semarang Surabaya. Dengan melalui media sosial, bentuk promosinya yaitu tertulis dan ditampilkan beupa  gambar-gambar mengenai kegiatan yang berlangsung di Warung Kampung Ilmu Surabaya
Yuk tunggu apalagi ?
Harapan kedepan dari  Prrocet Branding ini ?
Begitulah sekilas cara kami dalam membranding Waroeng kampung Ilmu. Meskipun banyak kekurangan, kami tidak akan menyerah dan akan terus melakukan  project Branding Waroeng kampung Ilmu ini. InsyaAllah selama 6 bulan kedepan akan tetap melakukan. Karna Waroeng kampung ilmu sangat kurang diperhatikan oleh pemerintah, kolam kolamn rusak, 1 bulan kemaren bantuan yang diberikan dalam bentuk tanaman juga rusak tidak terawat. Maka untuk itu seandainya bisa di publikasikan sampai kedengaran bu Risma, mungkin ada langkah baik yang dilakukan pihak pemko untuk memperbaii Waroeng kampung ilmu ini bukan hanya sekedar sebagai waroeng kampung ilmu saja tetapi juga sebagai waroeng kampung ilmu pendidikan  dan wisata seni   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar